<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>rajadonlot</title>
	<atom:link href="http://rajadonlot.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rajadonlot.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Sep 2008 15:13:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rajadonlot.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>rajadonlot</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rajadonlot.wordpress.com/osd.xml" title="rajadonlot" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rajadonlot.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pegiat Budaya dan Seni PKL Sriwijaya, Apa Kabarmu Kini?</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/09/02/pegiat-budaya-dan-seni-pkl-sriwijaya-apa-kabarmu-kini/</link>
		<comments>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/09/02/pegiat-budaya-dan-seni-pkl-sriwijaya-apa-kabarmu-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 15:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onoae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Forum 28 dan Forum Rebo-an Tetap Hidup Era 2000 sampai 2005, komunitas budaya Kota Malang tumbuh begitu pesat. Tak perlu ruang khusus bagi mereka untuk berkreasi. Jalanan dan gang sempit pun jadi tempat berkreasi. Tapi, dua tahun ini keberadaan mereka seakan-akan lenyap tertelan bumi. Neny Fitrin &#8212;&#8212;&#8212;- Kawasan PKL (pedagang kaki lima) Jl Sriwijaya pertengahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=564&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Forum 28 dan Forum Rebo-an Tetap Hidup</p>
<p></strong>Era 2000 sampai 2005, komunitas budaya Kota Malang tumbuh begitu pesat. Tak perlu ruang khusus bagi mereka untuk berkreasi. Jalanan dan gang sempit pun jadi tempat berkreasi. Tapi, dua tahun ini keberadaan mereka seakan-akan lenyap tertelan bumi.<span id="more-564"></span></p>
<p>Neny Fitrin</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Kawasan PKL (pedagang kaki lima) Jl Sriwijaya pertengahan September tahun 2003. Malam itu, gang dengan lebar tiga meter yang biasanya jadi jalan utama di sepanjang deretan PKL Sriwijaya terlihat lain. Lampu-lampu temaram sejak sore menghiasi jalan sepanjang 100 meter tersebut.</p>
<p>Deretan lukisan dan panggung sederhana lengkap dengan alat musik tradisional tampak tertata rapi. Bahkan, kawanan waria yang sering nongkrong di tempat itu menjadi bagian penting dari perhelatan dengan durasi tiga hari full.</p>
<p>Memang, kawasan di depan Stasiun Kota Baru tersebut sempat menjadi bukti sejarah lahirnya kampung budaya Malang. Sebuah pengenalan budaya yang tak mengenal batas ruang dan waktu. Juga, satu upaya membudayakan kehidupan PKL yang nyaris tak pernah bersentuhan dengan pendidikan tinggi, apalagi dengan dunia politik.</p>
<p>Sederet nama budayawan dan seniman nasional makin meramaikan ajang itu. Sebut saja W.S. Rendra, Butet Kartaredjasa, Sindunata, sampai Joko Kempit. Tak ketinggalan novelis Malang Ratna Indraswari Ibrahim yang tak pernah absen dari kegiatan di sana.</p>
<p>Sebenarnya kampung budaya Malang sendiri hanya agenda tahunan. Tapi, forum-forum kecil tetap membuat hidup kawasan tersebut. Salah satunya, Forum 28 yang selalu dihelat tiap tanggal 28 bulan apa pun. Sayang, peradaban yang ingin menggiring komunitas seni dan budaya Malang seperti kawasan Malioboro itu kandas. Pelaku-pelaku seni yang umumnya mahasiswa tak lagi konsentrasi di sana. Domisili luar kota dan tuntutan kehidupan membuat pelaku-pelaku itu hengkang mencari sesuatu yang lebih pasti. &#8220;Hanya bertahan tiga tahun. Setelah itu, buyar tidak berbekas,&#8221; ungkap Mohammad Nashir, di Toko Buku Poestaka Rakjat miliknya, kemarin.</p>
<p>Nashir pada 2003 lalu menjadi salah satu dedengkot lahirnya kampung budaya Malang. Laki-laki kelahiran 4 Juli 1970 ini memiliki satu bedak buku lawas di kawasan Sriwijaya bergabung dengan PKL-PKL buku yang bertebaran di sana. Lima tahun Nashir berkecimpung dengan buku-buku bekas di area itu. &#8220;Sejak awal di sana, saya ingin menyatukan politisi, seniman, dan budayawan di jalanan. Media ini saya rasa paling tepat mengangkat masyarakat kalangan bawah,&#8221; bebernya.</p>
<p>Satu tahun, dua tahun, sampai tiga tahun berjalan. Upayanya menggiring kawasan PKL Sriwijaya layaknya kawasan Malioboro sedikit terwujud. Apalagi, sebelum benar-benar terjun dan menelurkan konsep itu, sekitar 10 tahun bapak satu putri ini berkeliling beberapa kota besar Indonesia. Di antaranya Denpasar, Jogjakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Semua itu dilakukan hanya untuk studi banding tentang kehidupan PKL. &#8220;Kadang tiga bulan saya menetap di kawasan PKL tertentu. Baru kemudian geser ke tempat lain,&#8221; kata dia.</p>
<p>Apa hendak di kata, kekuatan lokal -dalam hal ini pelaku PKL kawasan Sriwijaya- kurang mendukung. Sampai akhirnya, putra pasangan M. Syifa dan Nurul Hidayati itu hengkang dan pindah lokasi. Memulai kehidupan yang sama meski di tempat berbeda. Tepatnya di kawasan Jl M.T. Haryono seberang kampus FIA Universitas Brawijaya. &#8220;Kampung budaya di sini memang tak ada lagi, tapi Forum 28 tetap hidup,&#8221; kata Nashir.</p>
<p>Tak hanya Forum 28, Forum Rebo-an juga menambah ramai toko buku kecilnya. Forum Rebo-an selalu dihelat dua minggu sekali tepat Rabu. Lokasi di depan kampus besar membuat pergerakan Nashir lebih mantap. Mahasiswa dari berbagai jurusan yang tertarik dengan dunia seni, budaya, dan politik tak pernah sepi di sana. Apalagi, tema-tema itu selalu diangkat menjadi topik menarik untuk didiskusikan. &#8220;Belum lama ini Mayjen Saurip Kadi dan Fajrur Rahman berbicara di sini. Ya&#8230;diskusi seputar politik, budaya, dan seni,&#8221; bebernya.</p>
<p>Meski perhatian mahasiswa yang tertarik dengan kemasan diskusi itu jumlahnya tak sedikit, Nashir tetap merasa tak puas. Budaya pragmatis mahasiswa yang cenderung menggeluti keilmuan sesuai bidang membuat forum kurang menggelitik. &#8220;Rasa memiliki seni, budaya, dan bangsa mahasiswa jadi kurang. Mereka hanya akan jadi robot-robot karena berkutat dengan satu ilmu,&#8221; ungkap dia.</p>
<p>Hal lain yang tetap membuatnya tak puas adalah kawasan PKL Sriwijaya. Harapannya keluar dari lingkungan itu ternyata tak membawa perubahan besar. Bahkan, tak ada pergerakan berarti untuk menghidupkan PKL di sana. &#8220;Mereka tetap apatis dengan keilmuan dan politik. Ternyata urusan perut tak bisa dinomorduakan,&#8221; kata laki-laki asli Malang itu.</p>
<p>Karena itu, meski sempat merasa kecewa karena kekuatan lokal tak mendukung, Nashir berjanji tak pernah berhenti membangun derajat PKL. Apalagi, pembelajaran arus bawah yang paling bisa menyentuh adalah lewat kebudayaan. Dia berharap, ke depan pemerintah bisa lebih bersinergi dengan kondisi ini. Paling tidak menyadari bahwa kebudayaan memiliki arti penting membangun budaya lokal. &#8220;Ini hanya masalah penataan. Tinggal bagaimana keberanian pemerintah membangun masyarakat bawah,&#8221; tandas alumnus MAN I Malang lulusan 1989 itu. (yn)</p>
<p>Radar Malang,  [ Selasa, 02 September 2008 ]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rajadonlot.wordpress.com/564/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rajadonlot.wordpress.com/564/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rajadonlot.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rajadonlot.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rajadonlot.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rajadonlot.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rajadonlot.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rajadonlot.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rajadonlot.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rajadonlot.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rajadonlot.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rajadonlot.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rajadonlot.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rajadonlot.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rajadonlot.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rajadonlot.wordpress.com/564/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=564&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/09/02/pegiat-budaya-dan-seni-pkl-sriwijaya-apa-kabarmu-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f9d29dce9a9f4f9be93b7f2f234d24e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">onoae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gali Tuntunan Dalam Tontonan Budaya</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/09/02/gali-tuntunan-dalam-tontonan-budaya/</link>
		<comments>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/09/02/gali-tuntunan-dalam-tontonan-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 15:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onoae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[SETIAP produk seni dari kebudayaan dipercaya memiliki nilai dan kandungan tuntunan di dalamnya. Namun, era pasar seringkali tidak seimbang dalam menyajikan nilai-nilai tuntunan tersebut pada masyarakat. Sehingga, masyarakat seringkali lupa pada pesan yang ingin disampaikan dalam berbagai tontonan kesenian yang ada hingga saat ini. Pria pemilik nama lengkap H Parso Adiyanto SPd MM MBA inilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=562&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SETIAP produk seni dari kebudayaan dipercaya memiliki nilai dan kandungan tuntunan di dalamnya. Namun, era pasar seringkali tidak seimbang dalam menyajikan nilai-nilai tuntunan tersebut pada masyarakat. Sehingga, masyarakat seringkali lupa pada pesan yang ingin disampaikan dalam berbagai tontonan kesenian yang ada hingga saat ini.<span id="more-562"></span></p>
<p>Pria pemilik nama lengkap H Parso Adiyanto SPd MM MBA inilah yang mencoba menggali kembali nilai-nilai tuntunan dam setiap kesenian lokal. Meski di beri mandat mengurusi kesenian di 38 kabupaten se Jawa Timur, dia tak pernah melupakan kesenian dari tanah kelahirannya sendiri, yaitu Madura.</p>
<p>Sebelum menjabat sebagai Kasi Nilai-nilai Budaya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jatim, pada tahun 1977 pria yang akrab disapa Parso ini bekerja sebagai guru SD dan pengajar seni tari dan silat di Pamekasan. Sebagai anak yang dibesarkan di lingkungan seni, Parso tidak hanya memiliki keahlian seni secara tradisional. Tetapi juga memerdalam bidang seni di lingkungan akademik.</p>
<p>&#8220;Tahun 1977 saya pernah mengajar sebagi guru SD di Pamekasan. Lalu, tahun 1980 sampai 1982 saya belajar seni secara akademik di STKW (Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta, Red.) Surabaya. Di sana saya memelajari seni tari dan karawitan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Lulus diploma di STKW, dia diangkat sebagai dosen terbang di tempatnya belajar seni tari dan karawitan tersebut sambil tetap mengajar sebagai guru SD. Kemudian, tahun 1989 dia diangkat sebagai Penilik Kebudayaan di Dinas P dan K Kabuaten Pamekasan. Dari sinilah dia semakin tekun mendalami segala aktvitas kebudayaan yang berlangsug di tanah kelahirannya tersebut.</p>
<p>Dipandang memiliki kelebihan dalam seni, pemerintah provinsi mulai meliriknya dan akhirnya mengangkat Parso sebagai kasi nilai-nilai budaya di bagian kebudayaan. &#8220;Nah, dinas P dan K itu kan pendidikan dan kebudayaan. Saya ditempatkan di bidang kebudayaannya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kali ini tugasnya jauh lebih berat, yaitu mengangkat kembali, mendokumentasikan serta menginventarisasi semua kebudayaan yang ada di Jawa Timur. &#8220;Segala hal yang berkaitan dengan kebudayaan Jawa Timur misalnya adat-istiadat, pola dan system kekerabatan, system budaya yang terkemas dalam lingkungan kebudayaan, saya yang menggarapnya,&#8221; jelas bapak satu anak ini.</p>
<p>Nah, dari sekian banyak tanggung jawabnya tersebut, menggali nilai-nilai tuntunan dari setiap seni kebudayaan adalah salah satu kegemarannya. Pasalnya, menurut dia, masyarakat seringkali hanya mengenal produk seni budaya secara entertaint saja. Maksudnya, kandungan budaya yang tidak tersentuh entertainment tidak dikenali oleh masyarakat.</p>
<p>Padahal, banyak informasi, pesan dan tuntunan yang berusaha disampaikan pada masyarakat lewat berbagai seni budaya. Sebagai contoh, seni ludruk Surabaya yag diciptakan oleh Cak Durasim. Pada dasarnya, kesenian tersebut berusaha menampilkan dan menyampaikan pesan-pesan moral perjuangan masyarakat jelata dalam menghadapi sebuah permasalahan.</p>
<p>Begitu juga dengan kesenian-kesenian sandur yang bekembang di masyarakat Madura. Berbagi ungkapan yang muncul dalam pementasan seperti teppong anja&#8217; duli lejjar kagabay nangga sareh, mompong gi&#8217; kana&#8217; duli ajar ma&#8217; ta&#8217; kasta budhi areh (selagi muda belajarlah, supaya tidak menyesal di belakang hari). &#8220;Hal-hal seperti itu (ungkapan, Red.) kan jarang diserap masyarakat. Padahal, itu kan mengandung pesan penuntasan wajib belajar, termasuk pesan moral,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Minimnya penyerapan pesan moral inilah yang membuatnya bersemangat untuk mengembalikan seni budaya pada tempatnya. Tidak hanya sebagai tontonan yang hanya menghibur, tetapi juga memberikan nasehat secara tidak langsung. Dengan demikian, masyarakat yang menyaksikan setiap pagelaran seni tidak hanya pulang dengan rasa puas karena terhibur. Tetapi juga bisa merenungkan setiap pesan yang disampaikan.</p>
<p>Berbagai cara dilakukan Parso bersama timnya di Dinas P dan K Provinsi. Di antaranya dengan menghubungi dan memfasilitasi para tokoh budaya di semua daerah, termasuk Madura. Sehingga, para tokoh yang memiliki kompetensi di bidang tersebut dapat dengan leluasa memberikan pandangannya terhadap kekayaan seni yang dimiliki daerahnya.</p>
<p>Dari pertemuan-pertemuan tersebut akan muncul lokal-lokal genius budaya yang bisa dijadikan acuan kesenian dan budaya. Untuk kemudian disatukan dalam sebuah referensi.</p>
<p>&#8220;Kita di dinas mendokumentasikan dari setiap seni kebudayaan. Kemudian, dikaji manfaat dan dampak dari nilai-nilai itu bagi masyarakat. Langkah selanjutnya, didokumentasikan dan diimplemetasikan dengan menyampaikannya kembali ke masyarakat dalam bentuk referensi,&#8221; papar peraih penghargaan nasional Pemuda Pelopor di Bidang Seni Budaya tahun 1991 ini.</p>
<p>Metode penyampaiannya sederhana. Di bidang pendidikan, nilai-nilai budaya yang sudah terdokumentasi dimasukkan dalam pelajaran muatan lokal, misalnya pendidikan bahasa daerah. Sedangkan pada masyarakat, metode yang digunakan adalah dengan menggelar kegiatan-kegiatan seni dan upacara adat lainnya dengan pesan-pesan tuntunan di dalamnya.</p>
<p>&#8220;Misalnya dalam gelar seni sandur, paling tidak kita menyeimbangkan nilai tuntunan dalam tontonan tersebut. Kalau ada etika yang kurang baik dalam tontonan tersebut kita coba minimalisasi supaya tidak ada kesan kesenian merendahkan nilai-nilai kehormatan,&#8221; ujarnya. (nra/ed)</p>
<p>Radar Madura,  [ Selasa, 02 September 2008 ]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rajadonlot.wordpress.com/562/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rajadonlot.wordpress.com/562/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rajadonlot.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rajadonlot.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rajadonlot.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rajadonlot.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rajadonlot.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rajadonlot.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rajadonlot.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rajadonlot.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rajadonlot.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rajadonlot.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rajadonlot.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rajadonlot.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rajadonlot.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rajadonlot.wordpress.com/562/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=562&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/09/02/gali-tuntunan-dalam-tontonan-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f9d29dce9a9f4f9be93b7f2f234d24e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">onoae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jatuh Cinta pada Kesenian</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/09/02/jatuh-cinta-pada-kesenian/</link>
		<comments>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/09/02/jatuh-cinta-pada-kesenian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 15:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onoae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[H Parso Adiyanto SPd MM MBA, Persatukan Seni Tari, Karawitan dan Silat MASYARAKAT Madura patut berbangga memiliki putra putri terbaik yang namanya tidak hanya dikenal di lingkup nasional. Tetapi juga harum hingga di dunia internasional. Salah satu putra terbaik asal Madura tersebut adalah H Parso Adiyanto SPd MM MBA. Dia mampu memersatukan kemampuan seni tari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=560&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>H Parso Adiyanto SPd MM MBA, Persatukan Seni Tari, Karawitan dan Silat</p>
<p></strong>MASYARAKAT Madura patut berbangga memiliki putra putri terbaik yang namanya tidak hanya dikenal di lingkup nasional. Tetapi juga harum hingga di dunia internasional. Salah satu putra terbaik asal Madura tersebut adalah H Parso Adiyanto SPd MM MBA. Dia mampu memersatukan kemampuan seni tari dan karawitan untuk melahirkan berbagai gerakan silat dan seni bela diri.<span id="more-560"></span></p>
<p>Bahkan, gerakan-gerakan yang diciptakannya tersebut hingga kini ditetapkan sebagai aturan dalam penilaian berbagai perlombaan seni bela diri internasional.</p>
<p>Gerakan seni bela diri itu dia adopsi dari gerakan tari yang dia peroleh dari mendiang ayahnya. Dibesarkan di keluarga seni, membuatnya tak pernah lepas dari kehidupan seni. Terutama tari dan seni musik.</p>
<p>&#8220;Almarhum ayah saya adalah juragan ludruk di Pamekasan. Selain juragan ludruk dia juga pendekar silat. Jadi sejak kecil saya sudah akrab dengan seni dan silat,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Bukan hanya prestasi di bidang kesenian yang dia peroleh. Parso juga sering kali memeroleh penghargaan di cabang olahraga silat. Beberapa tahun bergelut dengan seni tari dan silat, dia kemudian bereksperiman menyatukan seni tari ke dalam silat.</p>
<p>Melihat banyak hal menarik dari memersatukan seni tari dan bela diri dan ditambah musik, maka sejak tahun 1978 dia mulai berkonsentrasi mengembangkan seni bela diri. Gerakan-gerakan seni bela diri itu banyak dia ambilkan dari tari-tarian yang banyak dia kuasai.</p>
<p>Parso mengaku semakin bersemangat mengembangkan seni bela diri sejak menikah dengan putri salah seorang pendekar silat di Madura. &#8220;R Hasan Habuddin nama mertua saya. Dia adalah pemilik perguruan silat Pamor yang terkenal hingga sekarang,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Nama besar mertuanya tersebut juga menjadi salah satu faktor pendukungnya untuk terus mengembangkan seni bela diri. Kemampuannya semakin meningkat setelah dia lulus menuntut ilmu diploma di STKW Surabaya. Kebisaannya menyatukan gerakan musik, tari dan silat semakin tinggi.</p>
<p>&#8220;Insya Allah, sampai sekarang masih belum ada yang bisa menguasai musik, tari dan silat secara menyeluruh. Saya bersyukur sekali diberi kemampua itu oleh Allah,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sebab, lanjutnya, ada pendekar silat yang paham seluk beluk silat, tapi kurang banyak paham mengenai tari dan seni musik. Begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Kemampuan tersebut, membuat Parso menjadi satu-satunya orang Indonesia yang bisa menyumbangkan aturan seni bela diri di World Fight Champion Art. Serta, bisa mengantarkan murid-murid terbaiknya memeroleh penghargaan dan prestasi di cabang olahraga tersebut. Dia juga sering diundang untuk menularkan pengetahuannya mengenai seni bela diri di luar negeri.</p>
<p>&#8220;Saya tidak sembarangan memersatukan seni tari dan musik ke dalam seni bela diri. Saya beri sentuhan tradisional dan akademik. Karena itulah saya bisa menyumbang ke dunia internasional. Saya satu-satunya di Indonesia, dari Jawa timur. Dan yang terpenting, saya putra Madura,&#8221; kata petatih PB IPSI ini bangga.</p>
<p>Dari gerakan-gerakan yang diciptakannya, dia sangat memerhatikan wiraga, wirama, dan wirasa. Ketiganya memiliki arti yang berbeda. Wiraga berarti gerakan seni bela diri yang pantas di sajikan, Wirama berarti kesesuaian gerakan dengan musik pengiringnya, Wirasa berarti penghayatan terhadap gerakan, penghayatan musik, pencahayaan hingga penanaman mimik.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya ada faktor keempat yang juga harus diperhatikan, yaitu komposisi gerakan dan koreografi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurut dia, peluang Madura untuk menang di berbagai lomba atau kejuaran seni bela diri sangat besar. Hanya, hingga kini masih belum banyak generasi muda dan pelaku seni bela diri menguasai wirama dan wirasa. &#8220;Saya yakin ini bisa menjadi kebanggaan Madura, karena kesenian bela diri ini lahir dari Madura,&#8221; kata Pengda IPSI Jatim terlama ini optimistis. (nra/ed)</p>
<p>Radar Madura,  [ Selasa, 02 September 2008 ]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rajadonlot.wordpress.com/560/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rajadonlot.wordpress.com/560/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rajadonlot.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rajadonlot.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rajadonlot.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rajadonlot.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rajadonlot.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rajadonlot.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rajadonlot.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rajadonlot.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rajadonlot.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rajadonlot.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rajadonlot.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rajadonlot.wordpress.com/560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rajadonlot.wordpress.com/560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rajadonlot.wordpress.com/560/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=560&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/09/02/jatuh-cinta-pada-kesenian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f9d29dce9a9f4f9be93b7f2f234d24e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">onoae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Novel Singkar Isi Pelantikan Pengurus PPSJS</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/31/peluncuran-novel-singkar-isi-pelantikan-pengurus-ppsjs/</link>
		<comments>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/31/peluncuran-novel-singkar-isi-pelantikan-pengurus-ppsjs/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 14:45:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onoae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya &#8211; Pelantikan pengurus Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya (PPSJS) akan diisi dengan peluncuran ulang novel berjudul &#8220;Singkar&#8221; karya Siti Aminah dari Yogyakarta. &#8220;Pelantikan pengurus dan peluncuran novel itu akan dilaksanakan setelah lebaran sehingga sekaligus acara halal bihalal,&#8221; kata Ketua Umum PPSJS, Bonari Nabonenar kepada ANTARA di Surabaya, Sabtu. Ia mengemukakan, sebetulnya novel dengan seting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=558&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya &#8211; Pelantikan pengurus Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya (PPSJS) akan diisi dengan peluncuran ulang novel berjudul &#8220;Singkar&#8221; karya Siti Aminah dari Yogyakarta. &#8220;Pelantikan pengurus dan peluncuran novel itu akan dilaksanakan setelah lebaran sehingga sekaligus acara halal bihalal,&#8221; kata Ketua Umum PPSJS, Bonari Nabonenar kepada ANTARA di Surabaya, Sabtu.<span id="more-558"></span></p>
<p>Ia mengemukakan, sebetulnya novel dengan seting cerita di kawasan Singkar, Bantul, Yogyakarta itu sudah diluncurkan di kampung Seni Lerep, Semarang, 28 Agustus 2008, namun PPSJS perlu memperkenal karya tersebut untuk masyarakat Jawa Timur.</p>
<p>Menurut dia, novel yang diterbitkan Griya Jawi Unes bekerjasama dengan Organisasi Pengarang Sastra Jawa (OPSJ) itu bercerita mengenai masalah politik, pergerakan mahasiswa serta masalah rumah tangga.</p>
<p>&#8220;Kami menyambut gembira terbitnya novel itu karena akan menambah buku-buku untuk menumbuhkan minat masyarakat pada karya sastra Bahasa Jawa,&#8221; kata penulis sejumlah &#8220;cerita cekak&#8221; atau cerpen itu.</p>
<p>Selain meluncurkan kembali novel tersebut, PPSJS dalam waktu dekat juga akan menerbitkan novel berjudul &#8220;Carang-carang Garing&#8221; karya Tiwiek SA asal Tulungagung, Jatim hasil kerjasama antara Komunitas Cantrik Tulungagung, PPSJS, Sanggar Triwida dan OPSJ.</p>
<p>&#8220;Novel itu pernah dimuat bersambung di majalah Jaya Baya dan pernah disinetronkan di TVRI Surabaya. Novel itu juga bercerita masalah-masalah sosial,&#8221; kata alumni IKIP Negeri Surabaya yang kini menjadi Unesa itu.</p>
<p>Mengenai program lain, Bonari mengemukakan, pihaknya belum merancang karena masih akan melakukan konsolidasi para pengurus PPSJS periode 2008-2012.</p>
<p>Bonari memimpin PPSJS periode kedua setelah melalui musyawarah anggota akhir Juli 2008. Pengurus lain yang mendampingi adalah, R. Djaka Prakosa (wakil ketua), Mashuri (sekretaris) dan bendahara dipegang oleh Debora Indri Swari.</p>
<p>Masuki M. Astro</p>
<p>antarajatim.com &#8211; 30 Aug 2008 17:13:15</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rajadonlot.wordpress.com/558/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rajadonlot.wordpress.com/558/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rajadonlot.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rajadonlot.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rajadonlot.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rajadonlot.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rajadonlot.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rajadonlot.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rajadonlot.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rajadonlot.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rajadonlot.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rajadonlot.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rajadonlot.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rajadonlot.wordpress.com/558/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rajadonlot.wordpress.com/558/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rajadonlot.wordpress.com/558/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=558&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/31/peluncuran-novel-singkar-isi-pelantikan-pengurus-ppsjs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f9d29dce9a9f4f9be93b7f2f234d24e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">onoae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melanglang Buana Menunggang Seni</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/31/melanglang-buana-menunggang-seni/</link>
		<comments>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/31/melanglang-buana-menunggang-seni/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 14:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onoae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni Tari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Di Surabaya ada begitu banyak seniman mumpuni. Mereka tak hanya berkiprah di wilayah kota. Kepiawaian olah seni mereka pun telah terbukti di berbagai ajang di luar negeri. Bermodal seni, mereka menjelajah berbagai negeri. &#8212; HERI Prasetyo sangat &#8221;berjodoh&#8221; dengan Australia. Beberapa kali pria bernama &#8221;keren&#8221; Heri Lentho itu terbang ke Negeri Kanguru tersebut. Dia kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=556&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="height:10px;"></div>
<div style="margin-left:10px;margin-right:10px;"><img src="http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/21270large.jpg" alt="" /></div>
<div style="height:10px;"></div>
<div class="tglgray" style="margin-left:10px;margin-right:10px;"></div>
<p>Di Surabaya ada begitu banyak seniman mumpuni. Mereka tak hanya berkiprah di wilayah kota. Kepiawaian olah seni mereka pun telah terbukti di berbagai ajang di luar negeri. Bermodal seni, mereka menjelajah berbagai negeri.<span id="more-556"></span></p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>HERI</strong> Prasetyo sangat &#8221;berjodoh&#8221; dengan Australia. Beberapa kali pria bernama &#8221;keren&#8221; Heri Lentho itu terbang ke Negeri Kanguru tersebut. Dia kali pertama unjuk kebolehan menari di Australia pada 1996.</p>
<p>Ketika itu, Heri terbang ke benua selatan tersebut bersama Achmad Fauzi dan Meimura, koleganya di bidang seni. Heri, pria kelahiran Malang, 13 Mei 1967 itu, diundang mengisi acara ArtRage Festival di Perth Institute of Contemporary Arts, Australia. Pada even tahunan di Australia Barat tersebut, dia mengusung tari bertajuk <em>Upacara</em>.</p>
<p>Tahun berikutnya, pria berkepala plontos itu kembali tampil di festival tersebut. Dia datang bersama seniman Syaiful Hajar. Mereka menghadirkan pertunjukan seni instalasi berjudul <em>Rakus</em>. &#8221;Saya menjadi <em>performer</em>-nya,&#8221; kata lulusan pendidikan seni tari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya (sekarang Universitas Negeri Surabaya) tersebut.</p>
<p><em>Rakus</em> adalah pertunjukan yang tidak biasa. Syaiful menampilkan sebuah patung torso berukuran besar berisi daging busuk. Patung tersebut ditempatkan di tengah-tengah labirin dan Heri menari di labirin itu. &#8221;Kami ingin menyampaikan korupsi di Indonesia,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8221;Festival itu termasuk ajang seni pinggiran. Meski begitu, kemasannya menarik dan terkonsep,&#8221; ungkap Heri yang tampil selama seminggu berturut-turut di festival itu.</p>
<p>Selain Australia, sebelumnya karya tari Heri pernah singgah ke Vancouver, Kanada, 1995. Bersama akademi balet Dewi, Heri menampilkan balet kontemporer Dwi Warna.</p>
<p>Sayang, lantaran keterbatasan dana, hanya karya Heri yang melanglang ke negeri berlambang daun maple itu. Heri sendiri harus tinggal di tanah air. &#8221;<em>Nggak</em> masalah buat saya. Yang penting saya bisa menitipkan karya hingga ke negeri orang,&#8221; ujar pria yang mengenal dunia tari sejak usia 15 tahun tersebut.</p>
<p>Undangan tampil di berbagai festival mancanegara itu tak mampir begitu saja. Ada kisah kerja keras di balik pembangunan jaringan ke luar negeri tersebut.</p>
<p>Awalnya adalah kegelisahan Heri ketika banyak yang melabeli Surabaya sebagai kota yang &#8221;malas&#8217;berkesenian&#8221;.&#8217;Ingin mengubah <em>image </em>tersebut, bersama Achmad Fauzi dan Arif Rofiq, dia mengadakan Kiat Tari pada 1992. Itu merupakan wadah para seniman tari untuk saling menunjukkan kreasi tari dan berdialog. Kegiatan tersebut mengundang seluruh seniman Jawa Timur untuk berpartisipasi. Kiat Tari mendapat apresiasi positif.</p>
<p>Bahkan, gaung kegiatan itu terdengar hingga ibu kota dan tercium Sal Murgianto, salah seorang kritikus tari yang tinggal di Jakarta. Dari Sal, Heri dikenalkan kepada Crissy Parrot, seniman tari asal Australia. &#8221;Hubungan kami semakin dekat sejak Surabaya dan Perth menjalin <em>sister city</em>,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Hubungan baik itu ditindaklanjuti dengan undangan Heri ke ArtRage Festival di Perth, Australia. &#8221;Kami saling bergiliran mengundang. Ketika Festival Seni Surabaya dihelat, kami juga mengundang seniman-seniman Australia,&#8221; jelas suami Siti Khamimah tersebut. Berawal dari situlah jaringan internasional terbuka.</p>
<p>Lulusan SMAN 5 Malang itu juga membangun jaringan kesenian di Jakarta, Bandung, Solo, dan Bali. Menurut dia, kota-kota tersebut mempunyai kantong-kantong kesenian yang cukup besar di Indonesia.</p>
<p>Heri pun berkeliling ke seluruh kota di Indonesia menampilkan tari kreasinya. Bahkan, pria yang pernah menjadi dosen tari di sebuah perguruan tinggi negeri tersebut sengaja memilih tempat-tempat yang tidak biasa untuk menggelar pertunjukan kesenian. &#8221;Saya memilih menggelar pertunjukan di hutan, jalan raya, bahkan di kereta api. Saya pernah menggelar tari di sebuah kereta api jurusan Surabaya-Blitar,&#8221;&#8217;ungkapnya.</p>
<p>Kerja kerasnya tidak sia-sia. Namanya dikenal seniman-seniman di seluruh pelosok Indonesia. &#8221;Melihat kiprah saya, banyak rekan seniman yang menyarankan agar saya membuat festival Heri Lentho,&#8221; kata Heri.</p>
<p>Julukan Lentho, penganan dari singkong yang digoreng, itu muncul bukan lantaran Heri berkepala botak. Heri dijuluki Lentho karena itu adalah judul salah satu karyanya yang terkenal.</p>
<p>Namun, ide festival tersebut tak bisa diwujudkan Heri. Sebab, kata dia, masyarakat Surabaya masih belum mengenal seniman dari kiprahnya, melainkan dari nama besarnya. Sementara Heri hanya dikenal di kalangan seniman. Merasa belum pantas menggunakan namanya sebagai sebuah nama festival, Heri menggagas nama Cak Durasim sebagai nama festival. Akhirnya tercetuslah Festival Cak Durasim (FCD) pada 2001.</p>
<p>Heri mengemas FCD sebagai festival yang merakyat. Promosi dan sosialisasi dilakukan gencar-gencaran. Dia datang ke media, membawa seniman ke sekolah-sekolah. Membuat atraksi di jalan raya. FCD pun dikenal di Kota Surabaya. &#8221;Saya ingin kesenian ini dinikmati masyarakat luas mulai remaja hingga kaum lansia. Jangan sampai kesenian hanya dilihat seniman dan teman-temannya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sukses membuat FCD membuat Heri Lentho dilirik oleh sebuah universitas di Australia. Dia mendapat beasiswa untuk kuliah singkat mengenai <em>stage management</em>. Namun, lagi-lagi karena tingginya biaya, kuliah singkat itu tak bias dihelat di Australia. Pelaksanaannya di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Solo. Heri menjadi lulusan terbaik. Sejak saat itu, kiprahnya di dunia manajemen panggung semakin luas.</p>
<p>Berbagai festival dia garap. Di antaranya, Festival Budaya Jawa Timur, Kahyangan Arts Festival, G-Walk Percussion Festival, Surabaya Dance Festival, serta membantu beberapa pertunjukan tari, musik, dan teater dari kelompok kesenian dari luar Provinsi Jawa Timur yang akan tampil di Surabaya.</p>
<p>Dia menggelar pentas tari Korea, Dance of the Millenium, Journey of A Soul dengan koreografer Kook, Soo Ho DIDIM Dance Company di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, 2005. Heri juga mengadakan pertunjukan tari enam Negara (Hongkong, Indonesia, Korea Selatan, Meksiko, Singapura, dan Thailand) dengan judul MATA. Itu merupakan pertunjukan yang dihasilkan oleh Asian-Central America Dance Exchange pada 2007. Heri juga ditunjuk untuk menghadiri Australian Performing Arts Market pada 2002.</p>
<p>Ada satu cita-cita Heri yang belum terwujud. Dengan jaringan yang sudah dibangun sekarang ini, dia berharap lebih banyak seniman local yang bisa berkiprah di dunia internasional. &#8221;Dengan begitu, mata dunia pun lebih banyak melihat bahwa Surabaya banyak menyimpan bakat-bakat luar biasa,&#8221; ujarnya. <strong>(ign/dos)</strong></p>
<p>Jawa Pos, Minggu, 31 Agustus 2008</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rajadonlot.wordpress.com/556/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rajadonlot.wordpress.com/556/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rajadonlot.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rajadonlot.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rajadonlot.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rajadonlot.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rajadonlot.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rajadonlot.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rajadonlot.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rajadonlot.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rajadonlot.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rajadonlot.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rajadonlot.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rajadonlot.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rajadonlot.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rajadonlot.wordpress.com/556/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=556&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/31/melanglang-buana-menunggang-seni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f9d29dce9a9f4f9be93b7f2f234d24e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">onoae</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jawapos.co.id/imgall/1/imgori/21270large.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Seni Momentum, Oase Malam Untuk Warga Kota</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/28/seni-momentum-oase-malam-untuk-warga-kota/</link>
		<comments>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/28/seni-momentum-oase-malam-untuk-warga-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 17:34:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onoae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[28 Agustus 2008, 23:55:20, Laporan Eddy Prasetyo suarasurabaya.net&#124; Ada yang berbeda tatkala berjalan menyusur trotoar di Jl. Yos Sudarso mulai depan Dewan Kesenian Surabaya hingga ke depan Gedung DPRD Surabaya, Kamis (28/08) malam. Dari Jl. Gubernur Suryo masuk ke Jl. Yos Sudarso, tiba-tiba kita sudah dihadapkan pada beberapa balok es yang dicarving sedemikian rupa. Bentuknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=554&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="ts">28 Agustus 2008, 23:55:20, Laporan Eddy Prasetyo</span></p>
<p><span class="isi1"><span style="color:#001f73;"><strong>suarasurabaya.net</strong></span>| <img class="imgbdr" src="http://www.suarasurabaya.net/v04/clips/200808/kk55696_clip2.JPG" alt="" hspace="10" vspace="6" align="left" />Ada yang berbeda tatkala berjalan menyusur trotoar di Jl. Yos Sudarso mulai depan Dewan Kesenian Surabaya hingga ke depan Gedung DPRD Surabaya, Kamis (28/08) malam. Dari Jl. Gubernur Suryo masuk ke Jl. Yos Sudarso, tiba-tiba kita sudah dihadapkan pada beberapa balok es yang di<em>carving</em> sedemikian rupa. Bentuknya sudah sedikit memudar karena telah berubah bentuk menjadi cair.<span id="more-554"></span></p>
<p>Sedikit berjalan menuju arah Balaikota, berdiri sebuah seni instalasi berbentuk orang sedang naik sepeda. Kilau lampu yang membalutnya tampak indah dan sinergi dengan genitnya malam Surabaya. Tapi ada yang aneh dalam karya itu, ban sepedanya hilang separuh.</p>
<p>Berikutnya, tak sampai 5 meter, mata kita dimanjakan <em>flying letters</em> bertuliskan <em>Art</em>. Tulisannya membakar malam. Ini membakar dalam arti yang sebenarnya karena tulisan itu memang diselimuti sumbu yang bisa dibakar.</p>
<p>Ada juga sebuah karya instalasi yang berdiri agak lebih ke Utara. Bentuknya tidak terlalu jelas. Namun tetap menarik perhatian pengguna jalan karena di bawahnya mengepul asap lumayan tebal.</p>
<p>Dan yang paling menarik, ada pameran lukisan yang tidak lumrah karena etalasenya ada di trotoar. Lebih dari 30 seni lukis dipajang dengan posisi tidur berpenerangan hanya sebatang lilin untuk masing-masing lukisan.</p>
<p><img class="imgbdr" src="http://www.suarasurabaya.net/v04/clips/200808/kk55696_clip3.JPG" alt="" hspace="10" vspace="6" align="left" />Siapa punya ide yang agak tidak lazim ini? Adalah NUR IBRAHIM seniman asal Yogyakarta beserta 3 seniman dari Surabaya lainnya yang menggagas seni instalasi jalanan ini. Mereka adalah LUHUR KAYUNGGA, ARIFIN ‘Petruk’, dan TAUFIK ‘Monyong’.</p>
<p>NUR IBRAHIM yang ditemui <strong>suarasurabaya.net</strong> sedang santai di depan DKS menuturkan panjang lebar konsep disebutnya sebagai karya momentum yang liar. Menggunakan spasi anti konvensional untuk mengajak tidak hanya penikmat seni, tapi masyarakat luas untuk menikmati karya ini.</p>
<p>Memang benar. Lihat saja, mulai dipasangnya karya ini sore tadi hingga pukul 21.00 WIB orang yang berlalu lalang di Jl. Yos Sudarso selalu tak kuasa melawan syahwat penglihatannya untuk menikmati meskipun sekejap, karya jalanan ini.</p>
<p>Setiap karya yang digeletakkan begitu saja di trotoar ini, kata IBRAHIM, punya makna jika igin diinterpretasi mendalam. Sebut saja karya orang bersepeda dengan kelap-kelip lampu dan ban yang hanya separuh. “Ini adalah potret kedurjanaan di Porong,” ujar dia.</p>
<p><img class="imgbdr" src="http://www.suarasurabaya.net/v04/clips/200808/kk55696_clip4.JPG" alt="" hspace="10" vspace="6" align="left" />Entah tiba-tiba saja, kata pria berambut dan berjenggota tebal ini, memorinya melintas jauh ke beberapa waktu lalu saat beberapa kali lumpur ‘menghajar’ beberapa desa. Orang bersepeda yang bannya separuh ini adalah perjuangan melawan kedurjanaan. Ban yang hanya separuh terendam lumpur membuat laju sepeda tak lagi enteng dikayuh. Ia member tajuk karyanya itu <em>The Journey</em>. “Inilah perjalanan yang penuh derita bagi masyarakat di Porong. Terjadinya juga karena kedurjanaan manusia juga,” kata NUR.</p>
<p>Balok-balok es yang berjajar dan mulai mencair di sana juga punya makna, kata IBRAHIM. Karya perupa ARIFIN ‘Petruk’ itu ingin bercerita soal momentum yang anti stagnan. “omentum itu dinamis. Tidak ada yang stagnan. Semua harus berubah, begitu juga masyarakat ini,” kata pria yang kini mengembangkan studio seni instalasi di Sidoarjo ini serius.</p>
<p>Apapun makna dari karya-karya ini, kehadirannya memang membuat suasana yang beda dengan malam-malam sebelumnya. Setengah berceletuk, IBRAHIM berkomentar, “Kota ini butuh oase, butuh <em>refreshing</em>. Lihat saja di sana! Warga kota ini benar-benar menikmati berfoto dengan karya-karya kami. Sepertinya memang kota ini butuh lebih banyak oase,”(edy)</p>
<p>Teks Foto :<br />
1.	<em>The Journey</em>, perjalanannya NUR IBRAHIM.<br />
2.	Etalase karya TAUFIK ‘Monyong’di trotoar Jl Yos Sudarso, anti kemapanan.<br />
3.	Balok es representasi momentum yang selalu berubah. Dari es berubah ke air. Tak ada sesuatu yang kekal.<br />
Foto :  EDDY  <strong>suarasurabaya.net</strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rajadonlot.wordpress.com/554/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rajadonlot.wordpress.com/554/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rajadonlot.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rajadonlot.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rajadonlot.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rajadonlot.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rajadonlot.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rajadonlot.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rajadonlot.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rajadonlot.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rajadonlot.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rajadonlot.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rajadonlot.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rajadonlot.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rajadonlot.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rajadonlot.wordpress.com/554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=554&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/28/seni-momentum-oase-malam-untuk-warga-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f9d29dce9a9f4f9be93b7f2f234d24e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">onoae</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.suarasurabaya.net/v04/clips/200808/kk55696_clip2.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.suarasurabaya.net/v04/clips/200808/kk55696_clip3.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://www.suarasurabaya.net/v04/clips/200808/kk55696_clip4.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Laskar Pelangi&#8221; Divisualkan dalam Lukisan</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/27/laskar-pelangi-divisualkan-dalam-lukisan/</link>
		<comments>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/27/laskar-pelangi-divisualkan-dalam-lukisan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 14:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onoae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=593</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya &#8211; Novel berseri &#8220;Laskar Pelangi&#8221; karya Andrea Hirata akan divisualkan dalam bentuk lukisan oleh Hadi Sucipto, seorang guru seni rupa di SMAN Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jatim. Hadi Sucipto kepada ANTARA di Surabaya, Rabu menjelaskan, keinginan itu muncul setelah dirinya bertemu langsung dengan Andrea Hirata alias Ikal saat acara Kick Andy di Surabaya, 24 Agustus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=552&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya &#8211; Novel berseri &#8220;Laskar Pelangi&#8221; karya Andrea Hirata akan divisualkan dalam bentuk lukisan oleh Hadi Sucipto, seorang guru seni rupa di SMAN Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jatim. Hadi Sucipto kepada ANTARA di Surabaya, Rabu menjelaskan, keinginan itu muncul setelah dirinya bertemu langsung dengan Andrea Hirata alias Ikal saat acara Kick Andy di Surabaya, 24 Agustus 2008.<span id="more-552"></span></p>
<p>&#8220;Saat itu saya menyerahkan satu lukisan yang terinspirasi dari novel Laskar Pelangi dan Andrea Hirata mengaku terharu. Setelah itu saya terinspirasi untuk melukis dalam bentuk berseri dari novel tersebut,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Meskipun belum bisa memastikan kapan program itu akan diselesaikan, namun, aluni IKIP Negeri Malang itu berkeinginan agar lukisan-lukisan tersebut bisa dipamerkan untuk dinikmati masyarakat.</p>
<p>Guru yang juga pelukis asal Desa Belahan Kulon, Kecamatan Mojosari, Mojokerto itu mengemukakan, dirinya secara tidak sengaja mendapat kesempatan membaca dan melihat CD Laskar Pelangi.</p>
<p>&#8220;Saat itu saya dipinjami oleh teman. Setelah saya baca dan lihat CD-nya sangat bagus, kemudian saya putar di depan murid-murid saya. Akhirnya saya memiliki keinginan untuk melukis tentang novel itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Mengenai keinginan untuk menceritakan kembali novel &#8220;best seller&#8221; yang menjadi bagian awal dari tetralogi itu dilakukan setelah dirinya betul-betul merasakan bahwa karya sastra penulis asal Belitung tersebut telah menginspirasi banyak orang.</p>
<p>Karya lukis yang sudah dihadiahkan ke Andrea sebetulnya ia niatkan untuk mengikuti lomba di Yogyakarta pada momen kebangkitan nasional. Namun ternyata dalam lomba itu tidak ada tema mengenai pendidikan.</p>
<p>&#8220;Meskipun tidak bisa diikutkan dalam lomba, namun lukisan saya itu tetap bermakna. Setelah tahu akan ada Andrea Hirata ke Surabaya, saya bawa lukisan itu untuk dihadiahkan ke yang bersangkutan,&#8221; katanya.</p>
<p>Lukisan yang didominasi warna merah itu merupakan karya ilustratif surealis. Lukisan itu menggambarkan &#8220;sosok&#8221; ibu Muslimah, guru anggota Laskar Pelangi yang di dalamnya Andrea Hirata menjadi anggota.</p>
<p>Sosok guru dalam lukisan 140 x 140 Cm itu seperti orang-orangan sawah dipasang petani untuk menakuti burung yang hendak memakan bulir-bulir padi.</p>
<p>Lukisan itu mengandung makna bahwa seorang guru yang sepertinya tampak menakut-nakuti, namun pada hakekatnya adalah untuk melindungi siswa.</p>
<p>Masuki M. Astro<br />
<em>antarajatim.com  27 Aug 2008 09:04:36</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rajadonlot.wordpress.com/552/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rajadonlot.wordpress.com/552/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rajadonlot.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rajadonlot.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rajadonlot.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rajadonlot.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rajadonlot.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rajadonlot.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rajadonlot.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rajadonlot.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rajadonlot.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rajadonlot.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rajadonlot.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rajadonlot.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rajadonlot.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rajadonlot.wordpress.com/552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=552&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/27/laskar-pelangi-divisualkan-dalam-lukisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f9d29dce9a9f4f9be93b7f2f234d24e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">onoae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jansen Ekspedisi Lukisan Anyer-Panarukan</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/26/jansen-ekspedisi-lukisan-anyer-panarukan/</link>
		<comments>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/26/jansen-ekspedisi-lukisan-anyer-panarukan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 14:19:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onoae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya &#8211; Pelukis Jansen Jasien akan melakukan &#8220;ekspedisi&#8221; Anyer-Panarukan untuk membuat karya seni lukis dalam bingkai sejarah 200 tahun pembangunan Jalan Raya Pos atau De Grote Postweg itu. &#8220;Panjang jalan Anyer Panarukan itu sekitar 1.000 kilometer lebih. Kalau setiap kilometer ada rata-rata 20 lukisan, maka bisa menghasilkan 20.000 lukisan,&#8221; kata Jasien di Surabaya, Selasa. Pelukis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=549&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya &#8211; Pelukis Jansen Jasien akan melakukan &#8220;ekspedisi&#8221; Anyer-Panarukan untuk membuat karya seni lukis dalam bingkai sejarah 200 tahun pembangunan Jalan Raya Pos atau De Grote Postweg itu.<br />
&#8220;Panjang jalan Anyer Panarukan itu sekitar 1.000 kilometer lebih. Kalau setiap kilometer ada rata-rata 20 lukisan, maka bisa menghasilkan 20.000 lukisan,&#8221; kata Jasien di Surabaya, Selasa.<span id="more-549"></span></p>
<p>Pelukis asal Krian, Sidoarjo yang selama ini dikenal peduli akan sejarah dan menuangkannya dalam kanvas itu sedang melakukan berbagai kajian lewat buku maupun berdiskusi dengan pakar sejarah.</p>
<p>&#8220;Kami juga sedang menyusun tim untuk napak tilas jalan yang dibangun pada masa Gubernur Jenderal Willem Daendels itu, termasuk melibatkan ahli sejarah,&#8221; kata pelukis yang beberapa kali menggelar pameran tunggal itu.</p>
<p>Ia mengemukakan bahwa dalam ekspedisi itu, pihaknya akan melakukan aktivitas bukan hanya di jalan raya, melainkan juga akan masuk keluar kampung.</p>
<p>&#8220;Mungkin pelaksanaannya sekitar satu bulan lebih. Karena banyak aspek yang harus saya lihat nantinya,&#8221; kata pria yang salah lukisannya dikoleksi sebuah museum seni di Belanda itu.</p>
<p>Sementara panitia ekspedisi Anyer-Panarukan itu, Rully Anwar mengemukakan bahwa pihaknya masih ingin memastikan usia 200 tahun jalan tersebut.</p>
<p>&#8220;Ada salah satu media yang melakukan ekspedisi menyebut 200 tahunnya 2008 ini, tapi Pramoedya Ananta Toer dalam bukunya kalau tidak salah masih tahun 2009. Ini yang kami masih mencari masukan,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengemukakan, karena hal ini menyangkut sejarah, maka pihaknya tidak ingin keliru dalam menafsirkannya. Namun demikian, katanya, kalau memang usia 200 tahun itu tahun 2008, maka kegiatan itu akan dilaksanakan paling lambat akhir tahun ini.</p>
<p>Masuki M. Astro</p>
<p>Antarajatim.com 26 Aug 2008 14:53:37</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rajadonlot.wordpress.com/549/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rajadonlot.wordpress.com/549/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rajadonlot.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rajadonlot.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rajadonlot.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rajadonlot.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rajadonlot.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rajadonlot.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rajadonlot.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rajadonlot.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rajadonlot.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rajadonlot.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rajadonlot.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rajadonlot.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rajadonlot.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rajadonlot.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=549&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/26/jansen-ekspedisi-lukisan-anyer-panarukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f9d29dce9a9f4f9be93b7f2f234d24e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">onoae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentas ‘Pak Martoyo’ Mencoba Eksis Di Tengah Pesimistis</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/26/pentas-%e2%80%98pak-martoyo%e2%80%99-mencoba-eksis-di-tengah-pesimistis/</link>
		<comments>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/26/pentas-%e2%80%98pak-martoyo%e2%80%99-mencoba-eksis-di-tengah-pesimistis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 06:22:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onoae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[Kediri – Surabaya Post &#8211; Seniman kelahiran Kediri berkaitan dengan peringatan HUT RI 63 mencoba menunjukkan karyanya kepada publik, sekaligus menunjukan bahwa seni di kota tahu masih eksis. Karya yang dihadirkan di Kota Tahu, tepatnya di Taman Sekartaji, Sabtu (23/8) menghadirkan Pak Martoyo dan Detik Ini dan Di Sini. Pementasan ini digelar, salah satunya untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=547&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kediri – Surabaya Post &#8211; </strong>Seniman kelahiran Kediri berkaitan dengan peringatan HUT RI 63 mencoba menunjukkan karyanya kepada publik, sekaligus menunjukan bahwa seni di kota tahu masih eksis. Karya yang dihadirkan di Kota Tahu, tepatnya di Taman Sekartaji, Sabtu (23/8) menghadirkan Pak Martoyo dan Detik Ini dan Di Sini. <span id="more-547"></span></p>
<p>Pementasan ini digelar, salah satunya untuk mengikis sinyalemen bahwa para seniman merasa tidak optimistis berkiprah di kotanya sendiri. Sehingga, seniman dari Kediri, jika ingin eksi dan karyanya diakui harus tinggal atau menetapa di kota lain, seperti Jogjakarta dan lainnya.</p>
<p>Bagus Budi Indarto yang berkarya lewat Pak Martoyo mengatkan, setelah menempa seni koreografi, dia terpaksa tetap bertahan hidup di Jogjakarta untuk bisa tetap karyanya eksis. “Saya merasa tidak optimistis bisa hidup di Kediri. Saya merasa sulit berkarya di ke Kediri, karena tingkat apresiasinya belum tumbuh,” jelas Bagus.</p>
<p>Dengan tinggal dan berkaya di Kota Gudeg, Bagus bisa membuktikan karyanya terapresiasi dan akhirnya mampu mengantarkan dirinya ke pentas internasional. “Beberapa hari lalu saya pentas di Paris. Ini bukti bahwa Jogja mampu mengantar karya saya ke pentas dunia,” tambah dia.</p>
<p>Sementara karya “Pak Martoyo” berbicara tentang keberdaan atau pertemuan kembali seorang petani yang hidup pada Generasi Bunga pada 1965. Di mana perjalanan pop Indonesia yang mencekam tidak perlu dipertanyakan kembali. Generasi Bunga adalah generasi dunia seniman yang hapir terputus, tentunya oleh suasana politik saat itu.</p>
<p>Lagu Juwita Malam atau Dinda Bestari, rasanya cukup mewakili sebuah perjalanan rock’n roll, keroncong bahkan kesenian tradisional jaranan sekalipun. “Seandainya tidak ada peristiwa 1965, dipastikan seni akan berkembang luar biasa di Nusantara ini,” ujar koreografi Pak Martoyo yang diperankan Aji (Sahabat Bagus).</p>
<p>Sementara itu, Dwi Aris Setiawan seniman yang sama dan pencipta Detik Ini Dan Di Sini, selama ini mencoba bertahan di Kediri. “Saya bereksebisi pada pementasan ini, di mana selama ini masih bertahan pada pakem,” kata Aris. Ditambahkannya, penembusan batas berekspresi bisa ditempuh meski tanpa membuang pakem. Sehingga seni bisa berekspresi lebih luas.</p>
<p>Karya Aris bercerita tentang seringkali kita tenggelam dalam romantisme keindahan masa lalu. Kita sering larut dalam penyesalan masa lalu bahkan sering kali membunuh waktu masa kini demi menanti dan menunggu masa depan yang masih ilusi. Hidup adalah momen waktu masa kini untuk menatap masa depan lebih siap.</p>
<p>“Saya juga ingin membuktikan bahwa karya koreografi hidup di Kediri. Semoga pementasan ini mampu membangkitkan gairah seni di Kediri,” ungkap Aris.</p>
<p>Untuk lebih memperkuat karyanya, Aris menggandeng tokoh seni Kota Kediri Mbah War sebagai aransemen musiknya sekaligus memainkan biola dalam pementasan itu. (d1)</p>
<p>Surabaya Post, | Senin 25/08/2008 &#8211; 12:45:22 |</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rajadonlot.wordpress.com/547/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rajadonlot.wordpress.com/547/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rajadonlot.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rajadonlot.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rajadonlot.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rajadonlot.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rajadonlot.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rajadonlot.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rajadonlot.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rajadonlot.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rajadonlot.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rajadonlot.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rajadonlot.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rajadonlot.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rajadonlot.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rajadonlot.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=547&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/26/pentas-%e2%80%98pak-martoyo%e2%80%99-mencoba-eksis-di-tengah-pesimistis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f9d29dce9a9f4f9be93b7f2f234d24e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">onoae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wayang Thengul di TBJ Banyak Ditonton Anak-anak</title>
		<link>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/26/wayang-thengul-di-tbj-banyak-ditonton-anak-anak/</link>
		<comments>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/26/wayang-thengul-di-tbj-banyak-ditonton-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Aug 2008 06:19:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>onoae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://brangwetan.wordpress.com/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya – Surabaya Post. Program kerja Taman Budaya Jatim (TBJ) dengan mengangkat kembali sejumlah kesenian yang dinilai teripinggirkan dan hampir punah patut diacungi jempol. Sayang, penyajiannya terkesan seadanya. Sepertinya kurang dibarengi dengan peningkatan apresiasi, mengundang pemerhati hingga dapat mengangkat dan menghidupkan kesenian itu sendiri. Seperti pada pentas religius yang menghadirkan ‘Wayang Thengul’ (Bojonegoro) dan ‘Terbang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=545&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya – Surabaya Post. Program kerja Taman Budaya Jatim (TBJ) dengan mengangkat kembali sejumlah kesenian yang dinilai teripinggirkan dan hampir punah patut diacungi jempol. Sayang, penyajiannya terkesan seadanya. Sepertinya kurang dibarengi dengan peningkatan apresiasi, mengundang pemerhati hingga dapat mengangkat dan menghidupkan kesenian itu sendiri.<span id="more-545"></span></p>
<p>Seperti pada pentas religius yang menghadirkan ‘Wayang Thengul’ (Bojonegoro) dan ‘Terbang Laro’ (Pasuruan) di Pandapa TBJ, Sabtu (23/8). Dua kesenian yang dipentaskan siang hari, mulai pukul 13.30 itu lebih banyak ditonton anak-anak.</p>
<p>Menurut pengamatan Surabaya Post, perhatian anak-anak menonton pentas Wayang Thengul, tentunya akan berbeda jauh jika dibandingkan melihat tayangan televisi seperti Avatar, Naruto, Badman maupun konser musik yang lagi naik daun.</p>
<p>Seperti saat dalang Wayang Thengul Ki Sudarno bercerita atau memainkan anak wayangnya, sebagian anak terlihat asyik dengan teman lainnya. Mereka terlihat kurang memperhatikan materi atau cerita yang dimainkan.</p>
<p>Menurut salah seorang seniman yang juga ikut menonton, anak-anak kurang memperhatikan wayang karena lakon yang dibawakan, kurang tepat atau tidak sesuai dengan tontonan mereka. Mestinya, jenis wayang bisa tetap Thengul namun namanya atau ceritanya disesuaikan dengan keiinginan anak-anak.</p>
<p>“Itu kalau kalau memang sajian wayang untuk anak-anak. Kalau untuk orang dewasa, mungkin ceritanya bisa sesuai pakem namun pentasnya harus malam hari. Sehingga apresiasinya kena. Seperti pentas wayang digelar TBJ selama ini ,” kata seorang seniman yang enggan disebut namanya itu.</p>
<p>Ditampilkannya seni religius, Wayang Thengul, Gembrung Kibar dari Kuncen, Madiun dan Terbang Laro dari Desa Cendana, Pasuruan, kata</p>
<p>Kepala TBJ Drs Pribadi Agus Santoso, karena perkembangannya tidak sama menggembirakan.</p>
<p>“Karena itu, TBJ berusaha memwadahi mereka dan tujuannya untuk memberi semangat para seniman yang menggeluti dan sekaligus sebagai wahana apresiasi pada masyarakat,” ujar Agus dalam sambutannya.</p>
<p>Sementara itu, kesenian Gembrung Kibar, tambah Kasi Penyajian TBJ, Drs Arif Rofiq, kalau dikatakan punah juga tidak. Buktinya masih ada. Namun tingkat apresiasinya sudah semakin tidak mendapat tempat. Fungsinya selama ini sebagai pengiring acara jagong bayi (upacara kelahiran).</p>
<p>Namun dengan perkembangan zaman, acara jagong bayi sepertinya hampir tidak ada, kalau tidak bisa dikatakan punah. “Padahal, kesenian ini sarat akan tutur dan banyak memberikan petuah tentang kebaikan bagi kehidupan manusia,” jelas Rofiq.</p>
<p>Sementara Wayang Thengul dari Bojonegoro, kondisinya sudah lebih baik jika dibandingkan dengan kesenian lainnya. Selain di daerahnya sendiri, wayang ini banyak pentas ke Tuban, Nganjuk, Lamongan hingga ke Jawa Tengah. Bahkan, dalam sebulan kesenian ini bisa pentas sampai 15 kali.(gim)</p>
<p>Surabaya Post, | Senin 25/08/2008 12:45:20 |</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rajadonlot.wordpress.com/545/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rajadonlot.wordpress.com/545/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rajadonlot.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rajadonlot.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rajadonlot.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rajadonlot.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rajadonlot.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rajadonlot.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rajadonlot.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rajadonlot.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rajadonlot.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rajadonlot.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rajadonlot.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rajadonlot.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rajadonlot.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rajadonlot.wordpress.com/545/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rajadonlot.wordpress.com&amp;blog=4588072&amp;post=545&amp;subd=rajadonlot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rajadonlot.wordpress.com/2008/08/26/wayang-thengul-di-tbj-banyak-ditonton-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9f9d29dce9a9f4f9be93b7f2f234d24e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">onoae</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
